huruf "Ng" menjadi "Ngawi."
Seperti halnya di banyak daerah lain, nama tempat sering kali diambil dari nama tumbuhan setempat, seperti Manggarai, Kebon Jeruk, Cengkareng, dan Cimanggis.
Nama Ngawi mengacu pada daerah di sekitar pertemuan Sungai Bengawan Solo dan Bengawan Madiun, yang dahulu dipenuhi oleh tumbuhan bambu.
Bambu memiliki makna filosofis yang mendalam dalam berbagai budaya, terutama di Asia. Sebagai simbol kekuatan dan fleksibilitas, bambu mengajarkan kita untuk tetap lentur dan bisa beradaptasi saat menghadapi berbagai tantangan dalam hidup.
