Kota Mojokerto - Dalam bahasa Jawa ditulis ꦩꦙꦏꦽꦠ dan dalam aksara Pegon ماجاكۤرتا, dilafalkan [mɔd͡ʒɔˈkǝrt̪ɔ] - merupakan salah satu kota di Provinsi Jawa Timur yang menyimpan jejak panjang sejarah Nusantara. Berjarak sekitar 50 kilometer di barat daya Surabaya, kota ini menjadi bagian penting dari kawasan metropolitan Surabaya, yang dikenal sebagai Gerbangkertosusila.
Secara administratif, Kota Mojokerto berada dalam wilayah enklave Kabupaten Mojokerto. Meski wilayahnya relatif kecil, kota ini memiliki posisi strategis sebagai simpul ekonomi, perdagangan, serta layanan publik di kawasan sekitarnya.
Struktur Wilayah dan Karakter Sosial
Saat ini Kota Mojokerto terbagi menjadi tiga kecamatan, yaitu Magersari, Kranggan, dan Prajurit Kulon. Ketiga wilayah ini membentuk struktur kota yang kompak namun dinamis, dengan kepadatan penduduk yang cukup tinggi dibanding luas wilayahnya.
Mayoritas penduduknya merupakan Suku Jawa dengan dialek Arekan atau yang kerap disebut sebagai Jawa Majapahitan. Dialek ini dikenal lugas, terbuka, dan menjadi identitas kultural yang kuat di kawasan Mojokerto dan sekitarnya.
Jejak Sejarah dari Kadipaten Japan hingga Kota Otonom
Sejarah Kota Mojokerto tidak dapat dilepaskan dari dinamika akhir masa Kerajaan Majapahit. Sekitar tahun 1527, wilayah ini tercatat sebagai bagian dari Kadipaten Japan, sebuah entitas pemerintahan penting pada masa transisi pasca-Majapahit.
Pada tahun 1838, Bupati Raden Tumenggung Tjondronegoro II memindahkan ibu kota Japan dari Sooko ke wilayah yang kini menjadi Kota Mojokerto. Perpindahan ini sekaligus diikuti perubahan nama dari Kadipaten Japan menjadi Kabupaten Mojokerto, yang mempertegas posisi wilayah ini dalam struktur pemerintahan kolonial saat itu.
Tonggak penting lainnya terjadi pada tahun 1918 ketika Mojokerto resmi berdiri sebagai kota otonom. Pasca kemerdekaan Republik Indonesia, status administratifnya mengalami beberapa perubahan - dari satu kecamatan bernama Kecamatan Mojokerto, menjadi Kota Kecil Mojokerto, kemudian Kota Madya Mojokerto, hingga akhirnya dikenal sebagai Kota Mojokerto seperti sekarang.
Dengan warisan sejarah yang kuat, posisi geografis yang strategis, serta identitas budaya yang khas, Kota Mojokerto terus berkembang sebagai kota penyangga metropolitan sekaligus ruang hidup yang sarat nilai historis.(mik)
